Postingan

Selamat Hari IBU

Hari ini sosok itu diperingati Pelantara darinya aku lahir dengan alur yang pastinya tak semudah dalam pikiran Belasan tahun aku dirawat dengan kaidah amanah-Nya Kasih dan sayangnya tercipta sejak detik aku ada dalam dirinya,  tapi aku baru menyanyanginya detik aku dikeluarkan (mungkin) Tak cukup dengan kata-kata jika mau dikatakan Tak cukup dengan mengatakan jika rasa tak hanya dirasakan Tak cukup dengan air mata untuk mediskripsikan rasa rindumu Tak akan pernah setara akan selalu ada ketimpangan dalam rasa (Sayang) Bukan karena tak mampu disetarakan tapi kapasitas yang ada tak menyatarakan Selamat hari ibu kepada seluruh ibu, calon ibu, anak dari ibu dan pasangan calon ibu. 💛💙💛💙💛💙💛💙 MAMA Senjapun kalah indah dengan senyumu Melodi lagu pun kalah nyaring dari do'amu Bajapun kalah kuatnya dari hatimu Menjelang setengah abad usia Sosokmu masih saja kokoh bak tameng perkasa...

BUKU

sajak bukan buku bukuku bukan buku bukan buku bukumu bukan buku bukan buku buku bukan bukan kubuka buku bukan buka bukumu ~ Wayan Mikhael 29/11/18

Selamat hari ayah

Ayah Masa kian berlalu Kebisingan kian bertambah Masih saja aku lemah .. Pada rasa rindu pada rasa gundah Lama tak terdengar sapaan hangatnya Aku ingin mendengar lagi lantunan yang ia bacakan Lagu yang ia dendangkan saat malamku kian sunyi saat semua terlelap dalam mimpi Dimensi kini menjadi bias Jarak menjadi kian tegas Masih saja sosoknya selalu tinggal dalam ruang khusus Takan pupus barang sedetik saja Ia pahlawanku Pelebur lukaku Pencipta bahagiaku Sumber kekuatanku Aku tak siap menjadi dewasa Kala dunia keras sudah bukan lagi rahasia Ayah, datanglah lagi seperti kemarin Memelukku meski dalam mimpi saja Biar segala lukaku segala kesahku luntur saat mata yang ku pejamkan terbuka.. Ayah mampirlah dan tenangkan aku dalam dekapmu Aku kian dewasa tapi hatiku tidak Masih saja rapuh dan manja seperti saat rambutku kau kepang dua By: Dini~ Teruntuk pahlwanku, Ayah Teringat masa kecilku Kala aku masih menjadi jagoanmu Setiap sore kunikmati bersamamu Bersama gelo...

Negeriku Dari Masa Lalu

Dunia menjadi saksi saat bumi pertiwi menjelma neraka Moncong senjata menumpahkan pelurunya Langit gelap bumi terhentak Pemerintah,tentara,rakyat melepaskan jubah egonya Lebur... Bersatu... Saling menguatkan.. Tak peduli ras, agama, dan usia Berpadu dalam naungan kata "Merdeka" Penghinaan, cercaan, ancaman dan kematian Bukanlah sebuah kemunduran Jejak tertinggal terekam dalam siluet sejarah Saat koesno wibowo merobek 3 menjadi dua Warna sakral yang gagah perkasa Merah putih sang pusaka tercinta Saat bung tomo berorasi Bahwa mati bukanlah sebuah hal yang harus di takuti Maju... Serentak.. Berjuang dalam medan perang bersama ribuan jiwa yang apabila gugur dikenal sebagai pahlawan Darah dan bau amis serta ribuan mayat menyayat pandangan Tapi lihatlah ! Semangat juang mereka membara Menyulut setiap hati yang goyah hingga ia gagah melangkah Tak peduli ia bersenjata atau tidak Maju adalah pilihan bijaksana Itu kisah memilukan Menyakitkan... Negriku berma...

Selamat hari pahlawan

Darahmu Merdekaku Tidak sedikit jiwa yg telah gugur Banyak tempat penuh dengan saksi tempur Berharap masa depan akan aman dan makmur Namun kadang lalai dan mudah tergiur Proklamasi adalah kebebasan menuju hakiki Yang menyentak hati dan menggugah sanubari Tapi kini hal itu sudah diragukan lagi Akibat pemberontakan dan penindasan yang menjadi-jadi Banyak jasad tergeletak dan penuh luka Demi meraih Indonesia yang merdeka Masih saja penerus bangsa tidak menjaga  kehormatan bangsanya Karna ketamakan yang kian merajalela Kita bukanlah apa-apa tanpa pahlawan Hingga kini melahirkan bangsa yg begitu menawan Untuk itu marilah kita eratkan keberagaman Demi terwujudnya cita-cita menuju persatuan Selamat Hari Pahlawan -Siti Khoirotun-

selamat hari sumpah pemuda

Selamat pagi dunia Selamat pagi sahabat Selamat pagi pemuda Indonesia 28 Oktober 2018 Kita menggemakan kembali sebuah naskah penuh makna Sebuah naskah perjuangan Sebuah naskah pergerakan Sebuah naskah yang telah tersisihkan Sumpah Pemuda Sebuah sumpah pemuda pemudi Indonesia Yang mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia Yang mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia Yang menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia Tapi itu dulu, bukan saat ini Sulutan api emosi telah berkobar Perpecahan bangsa dimana-mana Musnah saling memusnahkan antar umat Miris rasanya melihat keadaan bangsaku saat ini Persekusi antar rakyat dimana-dimana Bahkan kaum minoritas pun ikut merasa iba Sadarlah bangsaku Pantaskah kalian merusak bumi pertiwi dan menari diatasnya ? Merayakan kepentingan suatu golongan dan menyisihkan yang lainnya Padahal bukan lah darahmu yang tertumpah untuk Indonesia Tidak setetes pun keringatmu menyumbang disini Jangan jadi penyakit di bumi pe...

Kepenulisan part 1

SUDIKAH Sudikah kau merajutku? Aku adalah koyakan ditengah baju hijau kusam itu Menjadikan malu hingga menghilangkan guna "Koyakanku indah," kata ku lugas "Dirimu menjijikan" kata sahabatku sambilan tertawa Terasingkan ditahun hampa tanpa dialetika Tergeletak lemah dalam balutan luka disamping gebyok bambu rumah tua Hingga tuhan mencium bau kehinaanku Terbisik ditelinga lelaki yang kusebut kepunyaanku "ambil aku" rayuku membuatnya muak "rajut aku dengan benang apapun yang kau punya" lanjutku Benang nilon bekas terkulai lemas disamping kotoran kuda Lelakiku merajut dengan kebisaanya Sakit yang membuatku terbentuk Menjadi utuh lalu tampak rapih kelihatannya Hingga aku lupa, aku adalah koyakan yang telah tiada Hingga Pagi itu, nilonku kusebut penghianat Pergi perlahan hingga aku harus terlihat (lagi) Kritis hingga aku menyerah Aku adalah koyakan yang pasrah Lelakiku tak lagi perduli dengan segenggam lukaku Ia temukan sebuah ba...